MINAHASA UTARA — Sebanyak 338 penderita positif Tuberkulosis (TBC) tercatat di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kasus tersebut tersebar di 10 kecamatan, dengan 40 kasus di antaranya berada di Kecamatan Likupang Timur.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Allan M., saat kegiatan sosialisasi kesehatan yang digelar di Kantor Kecamatan Likupang Timur, sebagai rangkaian kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Untuk meningkatkan upaya penemuan dan pencegahan penularan TBC, Dinas Kesehatan Minahasa Utara akan mencanangkan program Desa Siaga TBC.
Program tersebut akan melibatkan tim kesehatan dari Puskesmas, pemerintah desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Tim nantinya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan membantu pelaksanaan skrining TBC, termasuk melalui kunjungan ke rumah pasien sesuai jadwal yang akan dikoordinasikan dengan pihak kecamatan.
Allan menjelaskan, TBC merupakan penyakit menular yang perlu ditangani secara serius. Namun, masyarakat di sekitar penderita tidak perlu panik maupun menjauhi penderita secara berlebihan selama menerapkan pola hidup sehat dan mengikuti langkah pencegahan yang dianjurkan tenaga kesehatan.
Secara medis, TBC paru menular terutama melalui udara ketika penderita TBC aktif batuk, bersin, berbicara, atau meludah, bukan sekadar karena bersentuhan dengan penderita.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas, berat badan menurun, demam, lemas, serta batuk berdahak atau disertai darah.
Karena itu, masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau tidak menunggu kondisi semakin parah dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut Allan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pemeriksaan dan pelayanan kesehatan. Layanan kesehatan yang tersedia di fasilitas pemerintah dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa pungutan, sesuai ketentuan program pelayanan yang berlaku.
“Jika mendapati adanya gejala-gejala TBC, sebaiknya langsung mendatangi layanan kesehatan,” ujar Allan dalam kegiatan tersebut.
Melalui pencanangan Desa Siaga TBC, Dinas Kesehatan Minahasa Utara berharap masyarakat semakin aktif dalam mengenali gejala, melakukan pemeriksaan, serta mendukung pengobatan pasien hingga tuntas.