Kebakaran Lahan Dekati Area PLTS Likupang, Api Merambat ke Zona Panel Surya
Cherye
07 Agustus 2026
397 Views
LIKUPANG INFO, — Kebakaran lahan terjadi di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Likupang yang dioperasikan PT Vena Energy di Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (7/8/2026).
Api pertama kali terlihat dari arah belakang kawasan PLTS, tepatnya di sekitar Zona 4 yang berbatasan dengan area perkebunan warga dan kawasan hutan berbukit.
Petugas Safety PLTS Likupang, Supandi Sugeha, mengatakan, tanda-tanda kebakaran sebenarnya sudah terlihat sejak Kamis (6/8) sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, api masih relatif kecil dan terlihat dari arah area perkebunan di belakang kawasan PLTS.
“Awalnya terlihat dari belakang sekitar pukul sembilan malam. Waktu itu apinya masih kecil,” kata Supandi.
Namun, kondisi berubah pada Jumat pagi. Sekitar pukul 08.30 WITA, api telah merambat semakin dekat dan mulai masuk ke kawasan PLTS, terutama dari arah Zona 4 yang merupakan bagian paling belakang dari area pembangkit.
Dari lokasi tersebut, kobaran api kemudian bergerak mendekati sejumlah zona panel surya. Hingga sekitar pukul 15.00 WITA, petugas masih melakukan upaya pemadaman karena api telah mendekati Zona 2, Zona 3, Zona 4 dan Zona 5.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala. Area yang terbakar merupakan lahan yang cukup luas dan berbukit. Ditambah hembusan angin yang cukup kencang membuat api lebih mudah bergerak dan menyulitkan proses pemadaman.
Sebelum bantuan pemadam tiba pada siang hari, petugas di kawasan PLTS melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk kayu, APAR dan air seadanya.
Bahkan, sebagian pipa air di dalam kawasan PLTS turut terdampak api sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Peralatan PLTS Dimatikan
Mengantisipasi risiko terhadap fasilitas pembangkit, petugas juga telah melakukan *shutdown* atau penghentian sementara sejumlah peralatan yang berada di area terdampak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya keselamatan untuk mencegah terjadinya korsleting maupun risiko lain akibat api yang semakin mendekati kawasan panel surya.
PLTS Likupang sendiri merupakan salah satu pembangkit energi terbarukan yang berada di Desa Wineru. Fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sekitar 21 MWp, dengan daya yang disalurkan ke sistem PLN sekitar 15 MW.
Kawasan pembangkit juga berada berdekatan dengan Gardu Induk PLN Likupang, sehingga pengamanan terhadap titik api menjadi perhatian penting.
Meski demikian, hingga sore hari tidak terdapat ancaman langsung terhadap permukiman warga. Area yang menjadi titik kebakaran berada di sekitar kawasan panel surya dan lahan perkebunan serta hutan di belakang kompleks pembangkit.
Penyebab Belum Diketahui
Mengenai penyebab kebakaran, hingga saat ini belum ada kepastian.
Supandi mengatakan, salah satu kemungkinan yang masih menjadi indikasi adalah gesekan pepohonan yang dapat menimbulkan percikan api, terutama dalam kondisi lahan kering dan angin kencang.
Di sisi lain, aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan perkebunan dengan cara membakar juga masih menjadi kebiasaan sebagian warga setelah masa panen.
Namun, pihak terkait belum memastikan bahwa kebakaran kali ini disebabkan oleh aktivitas tersebut. Penyebab pasti masih menunggu hasil penelusuran di lapangan.
Kebakaran ini menjadi perhatian karena api muncul hanya beberapa meter dari fasilitas PLTS, khususnya di sisi belakang Zona 4 yang berbatasan langsung dengan kawasan perkebunan dan hutan berbukit.
Petugas hingga Jumat sore masih melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk memastikan api tidak kembali menjalar ke area panel surya lainnya.