LIVE Login Admin
33°C ☀️ Cerah
IVENT

LTF Kembali Digelar, Pantai Paal Bersiap Jadi Panggung Pesona Pariwisata Likupang

Foto : Logo LTF 2026 plus Kreatif AI
Cherrye    20 Agustus 2026    33 Views
LTF Kembali Digelar, Pantai Paal Bersiap Jadi Panggung Pesona Pariwisata Likupang
LIKUPANG INFO — Pantai Paal di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, kembali menjadi panggung perayaan pariwisata dan budaya. Selama tiga hari, 21 hingga 23 Agustus 2026, kawasan wisata ini akan menjadi lokasi pelaksanaan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026.

Bagi masyarakat dan wisatawan, LTF bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Festival ini menjadi ruang untuk mempertemukan panorama alam Likupang dengan kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, hingga potensi ekonomi lokal.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Ferdy Tulong, menyebut, LTF merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Tahun 2026 ini menjadi pelaksanaan LTF yang kelima

Festival tersebut diarahkan untuk memperkuat promosi sektor pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif (ekraf) Minahasa Utara.

Di Pantai Paal, pengunjung nantinya tidak hanya disuguhi hamparan pasir dan panorama pesisir Likupang. Berbagai kegiatan perlombaan yang mengangkat potensi lokal juga akan meramaikan festival.

Sejumlah lomba yang dijadwalkan antara lain voli pantai, domino, halang rintang, pacuan roda sapi, hingga Masamper.

Selain perlombaan, nuansa budaya juga akan menjadi bagian penting dalam rangkaian LTF 2026. Pengunjung akan disuguhkan berbagai penampilan seni dan musik tradisional, termasuk Keroncong Mama serta penampilan Kolintang oleh siswa-siswa sekolah dasar di Likupang.

Kehadiran anak-anak sekolah dasar dalam pertunjukan kolintang menjadi warna tersendiri dalam festival. Selain menjadi hiburan bagi pengunjung, penampilan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, memainkan, dan melestarikan kekayaan musik tradisional daerah.

Suasana festival juga akan semakin semarak dengan kehadiran Vicky Salamor, penyanyi asal Timur Indonesia yang akan tampil menghibur masyarakat dan wisatawan dalam rangkaian kegiatan LTF 2026.

Perpaduan antara wisata alam, olahraga, budaya, musik dan hiburan inilah yang membuat LTF menjadi lebih dari sekadar agenda promosi pariwisata.

Wisatawan dapat menikmati panorama Pantai Paal, menyaksikan berbagai perlombaan, menikmati pertunjukan budaya, hingga melihat langsung kreativitas masyarakat melalui berbagai UMKM dan produk ekonomi kreatif.

Bagi pelaku UMKM, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung. Sementara bagi wisatawan, kehadiran produk lokal memberikan pengalaman yang lebih lengkap tentang Likupang—bukan hanya tentang keindahan alamnya, tetapi juga tentang masyarakat dan kreativitas yang tumbuh di dalamnya.

Pelaksanaan LTF juga memiliki kaitan strategis dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang serta Destinasi Pariwisata Nasional Manado-Likupang.

Dengan posisi tersebut, LTF diharapkan tidak berhenti sebagai festival tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Likupang sebagai destinasi wisata yang memiliki kekayaan alam, budaya, serta potensi ekonomi kreatif.

Selama tiga hari, Pantai Paal akan menjadi ruang perjumpaan antara wisatawan, masyarakat, pelaku UMKM, seniman, pelajar, komunitas, dan berbagai elemen lainnya.

Di tengah panorama pesisir Marinsow yang menjadi salah satu wajah wisata Likupang, LTF 2026 kembali membawa pesan bahwa kekuatan pariwisata bukan hanya terletak pada indahnya sebuah tempat, tetapi juga pada budaya, kreativitas dan masyarakat yang membuatnya tetap hidup.


Berita Terkait