LIKUPANG INFO — Musibah kebakaran lahan di Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, kembali menunjukkan kondisi memprihatinkan. Hingga Kamis (27/8/2026) malam, api masih terus berkobar di Desa Ehe, tepatnya di Jaga 2.
Kobaran api terlihat membakar kawasan alang-alang dan perkebunan warga. Masyarakat setempat masih berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya dan air yang tersedia.
Namun, kondisi semakin sulit karena persediaan air di Desa Ehe mulai terbatas.
Salah satu warga Ehe, Ormin Pinamangung, mengatakan kebakaran telah berlangsung sejak Rabu dan sempat padam pada Kamis pagi sebelum kembali berkobar pada sore hari.
“Api kan dari kemarin, terus mati tadi pagi, baru ulang mulai sekitar jam 5 sore sampai sekarang,” ujar Ormin.
Menurutnya, kobaran api telah menghabiskan sejumlah perkebunan warga yang umumnya ditanami jambu mete, singkong, cengkeh dan kelapa. Selain tanaman, api juga membakar pipa-pipa yang menjadi jalur suplai air bagi warga.
Meski kobaran api cukup besar, warga menyebut kondisi asap tidak terlalu mengganggu karena angin cukup kencang. Namun, keberadaan angin tetap menjadi perhatian karena dapat membantu mempercepat penjalaran api di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.
Angin 17,7 Km/Jam di Ehe
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Desa Ehe menunjukkan, pada pembaruan 27 Agustus 2026 pukul 23.30 WITA, suhu tercatat 27 derajat Celsius, kelembapan 68 persen, dengan kecepatan angin 17,7 kilometer per jam dari arah Selatan.
Kondisi angin tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam penanganan kebakaran, terutama di area perkebunan yang dipenuhi alang-alang dan material kering.
Untuk wilayah perairan Bangka bagian utara, data BMKG juga menunjukkan angin dari arah Tenggara dengan kecepatan sekitar 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam, dengan hembusan yang dapat mencapai 24 knot atau sekitar 44 kilometer per jam pada periode pemantauan.
Damkar dan BPBD Sudah Berada di Pulau Bangka
Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kabupaten Minahasa Utara telah berada di Pulau Bangka untuk melakukan penanganan kebakaran.
Petugas sebelumnya melakukan upaya pemadaman di Desa Libas, yang pada Kamis menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Kebakaran di Libas dilaporkan berlangsung sejak Kamis siang hingga petang dan menghanguskan sejumlah area perkebunan warga.
Kehadiran tim Damkar dan BPBD di Pulau Bangka diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas ke kawasan perkebunan maupun mendekati permukiman.
Sementara di Desa Ehe, warga masih berjaga dan terus melakukan pemantauan. Hingga malam ini, api masih terlihat menyala hebat di kawasan alang-alang perkebunan warga.
Warga berharap proses pemadaman dapat segera dilakukan secara maksimal, terlebih dengan mulai terbatasnya sumber air yang dapat digunakan untuk memadamkan api.
Informasi terakhir yang didapatkan Likupang.info sebelum berita ini diterbitkan, selain api masih menyala di Desa Ehe, api saat ini kembali menjalar menuju Desa Kahuku yang jarak antar kedua desa ini kurang lebih 3 Kilo meter.