LIVE
25°C 🌧 Hujan
Kembali Beranda
OLAHRAGA

Estafet Kepemimpinan Bergulir, Steven Ticoalu Nahkodai Taekwondo Minut hingga 2030

Estafet Kepemimpinan Bergulir, Steven Ticoalu Nahkodai Taekwondo Minut hingga 2030

LIKUPANG INFO — Kepengurusan baru Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Minahasa Utara masa bakti 2026-2030 resmi dilantik, Kamis (8/10/2026). Pergantian kepengurusan ini menjadi bagian dari keberlanjutan organisasi sekaligus membuka babak baru pembinaan olahraga Taekwondo di Kabupaten Minahasa Utara.

Steven Adolof Ticoalu dipercaya sebagai Ketua Pengurus Kabupaten TI Minahasa Utara setelah terpilih secara aklamasi dalam proses pemilihan. Steven memperoleh 8 suara dari 9 Dojang atau tempat latihan yang tersebar di Minahasa Utara, ditambah satu suara dari Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Utara.

Dengan hasil tersebut, Steven resmi memimpin TI Minahasa Utara untuk periode 2026-2030. Ia didampingi Siswadji Effendi atau yang dikenal dengan sapaan Sabeum Adji sebagai Wakil Ketua.

Pelantikan berlangsung dalam suasana yang menandai dimulainya tanggung jawab baru jajaran pengurus dalam menjalankan roda organisasi, pembinaan atlet hingga pengembangan Dojang di berbagai wilayah Minahasa Utara.

Secara simbolis, pelantikan ditandai dengan penyerahan Petaka Taekwondo Indonesia dari Ketua Pengurus Provinsi TI Sulawesi Utara, Amelia Tungka, kepada Ketua TI Minahasa Utara Steven Adolof Ticoalu.

Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor SKEP.14/PENGPROV.TI.SULUT/X/2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Utara, yakni Sekretaris Dispora Alain V. Beyah serta Kepala Seksi Pemuda Janto J. Luasunaung.

Dalam sambutannya, Ketua Pengprov TI Sulawesi Utara Amelia Tungka menyoroti potensi Taekwondo di Minahasa Utara yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Menurut Amelia, potensi tersebut perlu didukung dengan pembinaan yang terarah, keterlibatan aktif Dojang serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama para pelatih.

Ia berharap kepengurusan baru TI Minahasa Utara dapat membawa perubahan positif terhadap perkembangan Taekwondo sekaligus meningkatkan prestasi atlet Minut dalam berbagai kejuaraan.

Tidak hanya berbicara mengenai atlet, Amelia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi para pelatih. Para pelatih diharapkan terus meng-upgrade lisensi yang dimiliki sebagai bagian dari persyaratan dalam pendampingan atlet ketika mengikuti berbagai ajang kejuaraan.

Hal tersebut menjadi penting karena perkembangan prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh intensitas latihan, tetapi juga kualitas program latihan, pemahaman regulasi pertandingan serta kapasitas pelatih dalam mendampingi atlet di arena kompetisi.

Dalam sambutannya, Steven menyampaikan komitmennya untuk mendorong partisipasi aktif seluruh Dojang dalam berbagai ajang kompetisi.

Menurutnya, pertandingan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Kompetisi dapat menjadi ruang untuk menguji kemampuan yang selama ini dibangun melalui latihan, sekaligus memberikan pengalaman bagi atlet untuk menghadapi situasi pertandingan yang sesungguhnya.

Keikutsertaan dalam kompetisi juga diharapkan dapat mempertemukan atlet dari berbagai Dojang sehingga tercipta komunikasi, pengalaman dan kerja sama antartim.

Bagi Steven, prestasi tidak dapat dibangun hanya dari satu Dojang atau sekelompok atlet. Dibutuhkan keterlibatan bersama antara pengurus, pelatih, atlet, orang tua serta seluruh Dojang yang berada di bawah naungan TI Minahasa Utara.

Karena itu, periode 2026-2030 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus membangun pola pembinaan yang lebih terarah.

Kepengurusan Steven Ticoalu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Dona Dotulong yang memimpin TI Minahasa Utara pada periode 2022-2026.

Masa kepengurusan Dona berakhir pada Agustus 2026. Setelah berakhirnya periode tersebut, proses pergantian kepemimpinan kemudian dilanjutkan melalui mekanisme organisasi hingga akhirnya Steven Ticoalu terpilih secara aklamasi.

Pergantian kepengurusan ini sekaligus menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan sebelumnya, sekaligus membuka ruang bagi program-program baru yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan Taekwondo di Minahasa Utara.

Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan jumlah atlet dan Dojang, tetapi juga bagaimana menjaga kesinambungan pembinaan sehingga atlet yang lahir dari berbagai tempat latihan dapat memiliki jalur yang jelas menuju kompetisi tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat yang lebih tinggi.

Dengan potensi Dojang yang tersebar di sejumlah wilayah Minahasa Utara, kepengurusan baru memiliki ruang untuk memperluas pembinaan sekaligus memperkuat basis atlet.

Likupang Info, Building Of Change



Berita Terkait

Belum ada berita terkait.