Karhutla Kembali Terjadi, Kebutuhan Damkar di Likupang Timur Makin Mendesak
Foto : Ilustrasi AI
Cherry
18 Agustus 2026
59 Views
LIKUPANG INFO — Kebakaran lahan kembali terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026).
Sedikitnya terdapat beberapa titik kebakaran yang dilaporkan, masing-masing di Desa Marinsow, kawasan Pantai Pall, lahan di sekitar Hotel Paradise Desa Maen, serta area perbukitan di Desa Maen.
Seluruh titik api tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, kejadian ini kembali menyoroti tantangan penanganan kebakaran di wilayah Likupang Timur, terutama terkait jarak dan ketersediaan armada pemadam kebakaran.
Respons Damkar Minahasa Utara Cepat, Jarak Jadi Kendala
Dalam setiap laporan kebakaran yang terjadi di wilayah Likupang, Damkar Kabupaten Minahasa Utara dinilai memberikan respons yang sangat cepat setelah menerima informasi mengenai kejadian.
Informasi mengenai titik kebakaran segera ditindaklanjuti dengan pengerahan armada menuju lokasi.
Namun, faktor jarak menjadi salah satu kendala yang tidak dapat dihindari. Markas Damkar Kabupaten Minahasa Utara berada sekitar 30 kilometer dari wilayah Likupang Timur.
Jarak tersebut dapat membuat waktu tempuh menjadi lebih panjang, terutama ketika lokasi kebakaran berada jauh di dalam wilayah desa atau kawasan perbukitan.
Kondisi inilah yang kemudian memperkuat kembali pembahasan mengenai pentingnya keberadaan armada pemadam kebakaran yang ditempatkan lebih dekat dengan wilayah Likupang Timur.
Tak Ada Armada Damkar di Likupang Timur
Saat ini Kecamatan Likupang Timur tidak memiliki armada pemadam kebakaran sendiri.
Dalam sejumlah kejadian kebakaran, bantuan armada pemadam milik PT MSM-TTN menjadi salah satu dukungan terdekat yang dapat membantu proses pemadaman.
Sementara itu, apabila mengandalkan armada Damkar Kabupaten Minahasa Utara, petugas harus menempuh perjalanan dari markas menuju Likupang Timur.
Jarak tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika api harus segera dikendalikan agar tidak meluas ke kawasan permukiman, perkebunan maupun lahan lainnya.
Karena itu, keberadaan armada di tingkat kecamatan dinilai bukan untuk menggantikan peran Damkar Kabupaten Minahasa Utara, melainkan mempercepat penanganan awal sebelum armada utama tiba di lokasi.
Camat Berharap Damkar Kembali Ditempatkan di Likupang Timur
Camat Likupang Timur Novice Sigarlaki, sebelumnya juga telah menyampaikan harapannya agar pemerintah kembali menempatkan satu unit armada Damkar di wilayah Likupang Timur.
“Kami berharap Kecamatan Likupang Timur dapat kembali diberikan satu unit Damkar seperti sebelumnya,” ujar Novice.
Menurutnya, keberadaan armada Damkar di tingkat kecamatan sangat dibutuhkan, mengingat luas wilayah Likupang Timur dan potensi kebakaran lahan yang perlu diwaspadai, khususnya pada musim kemarau.
Poling dan Fakta Lapangan
Poling yang dilakukan Likupang Info sebelumnya bukan lagi sekadar pertanyaan mengenai kebutuhan fasilitas.
Kebakaran yang terjadi di beberapa titik pada Selasa (18/8/2026) kembali memperlihatkan tantangan penanganan kebakaran di wilayah Likupang Timur.
Di satu sisi, respons Damkar Kabupaten Minahasa Utara setiap menerima informasi kebakaran berlangsung cepat. Namun di sisi lain, faktor jarak membuat armada membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan armada yang lebih dekat dengan titik rawan kebakaran dapat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan awal.
Masyarakat juga membutuhkan sistem penanganan yang mampu bergerak sejak api pertama kali ditemukan, sembari menunggu dukungan armada dari Kabupaten Minahasa Utara jika diperlukan.
Apalagi saat ini Minahasa Utara telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 167 hari hingga Januari 2027.
Dalam penetapan tersebut, pemerintah juga mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi kemarau dan fenomena El Nino.
Artinya, potensi kebakaran masih menjadi ancaman yang perlu diantisipasi dalam beberapa bulan ke depan.
Pemerintah Kecamatan Likupang Timur pun terus meminta para Hukum Tua menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui sambutan maupun pengeras suara di desa masing-masing.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh titik kebakaran yang terjadi Selasa (18/8/2026) telah berhasil dipadamkan.
Namun persoalan mengenai seberapa cepat bantuan dapat tiba ketika kebakaran kembali terjadi masih menjadi perhatian.
Dengan respons Damkar Kabupaten Minahasa Utara yang cepat, tetapi terkendala jarak, pertanyaan mengenai kebutuhan armada yang ditempatkan di Likupang Timur kembali mengemuka:
Apakah Likupang Timur perlu kembali memiliki armada Damkar sendiri untuk mempercepat penanganan kebakaran sejak api pertama kali dilaporkan?
Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan setelah poling Likupang Info dan fakta kebakaran di lapangan sama-sama menunjukkan bahwa kebutuhan armada pemadam kebakaran masih menjadi perhatian masyarakat.