LIKUPANG INFO — Kondisi tujuh anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Likupang Timur yang sebelumnya tumbang usai melaksanakan tugas penurunan bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kini mulai membaik.
Enam anggota yang sebelumnya mendapat penanganan di Puskesmas Likupang telah dipulangkan ke rumah masing-masing sejak Senin malam. Mereka adalah Lion Gandawati dari Pasukan 8, Milanisty Sanoradja dari Pasukan 17, Nikita Sineri dari Pasukan 45, Aprilia Baworo dari Pasukan 45, Injili Polii dari Pasukan 17, dan Celine Avengelica Sasiang dari Pasukan 8.
Sementara Laurens Bolang, anggota Pasukan 45, masih menjalani perawatan di RS Walanda Maramis. Kondisi Laurens juga dilaporkan mulai membaik setelah sebelumnya mendapat penanganan di Puskesmas Likupang dan kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Sebelumnya, Laurens menjadi perhatian setelah proses rujukannya sempat terkendala administrasi karena belum memiliki BPJS Kesehatan. Camat Likupang Timur, Novice Sigarlaki, kemudian bergerak cepat mengambil Kartu Keluarga Laurens di kediaman omanya di Likupang 2, didampingi Hukum Tua Likupang 2, untuk melengkapi proses pengurusan BPJS.
Pelatih Luruskan Informasi Soal Konsumsi
Seiring dengan peristiwa tersebut, muncul kekhawatiran masyarakat mengenai kondisi dan pemenuhan kebutuhan anggota Paskibra selama menjalani latihan hingga pelaksanaan tugas.
Pelatih Paskibra Likupang Timur, Sertu Jekson Runtuwene, memastikan tidak ada kelalaian dalam persiapan kebutuhan anggota Paskibra, termasuk konsumsi.
Kepada Likupang Info melalui WhatsApp, Jekson menjelaskan bahwa sejak awal kebutuhan makan para calon Paskibra telah diperhitungkan sesuai tahapan latihan.
Karena proses pembinaan Paskibra di Likupang Timur tidak menerapkan sistem karantina, pola pemberian makan dilakukan berdasarkan tahapan latihan.
Pada minggu pertama dan kedua, seluruh calon Paskibra mendapatkan jatah makan satu kali dalam sehari.
Sementara memasuki minggu ketiga dan keempat, atau saat para anggota semakin mendekati pelaksanaan tugas, jatah makan ditingkatkan menjadi dua kali dalam sehari.
Khusus pada pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan bendera, Jekson menegaskan konsumsi makan siang juga telah disiapkan panitia.
“Dari panitia dan kami pelatih dan purna sudah sampaikan selesai pengibaran, tenda makanan khusus Paskibra sudah disiapkan jadi saat makan siang langsung merapat ke tenda tersebut,” jelas Jekson.
Ia juga menegaskan bahwa makan siang bagi anggota Paskibra saat itu tidak disediakan dalam bentuk nasi kotak.
“Dan untuk makan siang tidak ada nasi kotak, yang ada prasmanan,” tambahnya.
Untuk Hindari Simpang Siur Informasi
Penjelasan dari pelatih ini disampaikan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat, khususnya para orang tua anggota Paskibra, terkait pola pembinaan dan pemenuhan kebutuhan selama proses latihan hingga pelaksanaan tugas.
Sebelumnya, informasi mengenai tujuh anggota Paskibra yang tumbang setelah upacara penurunan bendera menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran mengenai berbagai kemungkinan penyebab, termasuk persoalan konsumsi.
Pihak pelatih memastikan kebutuhan makan para calon Paskibra telah disiapkan selama proses latihan. Pemberian makan juga disesuaikan dengan tahapan latihan, terlebih karena para calon Paskibra tidak menjalani proses karantina.
Pada pelaksanaan tugas penurunan bendera, anggota juga telah diarahkan menuju tenda khusus Paskibra yang telah disiapkan untuk makan siang.
Kondisi Tujuh Anggota Mulai Membaik
Dari tujuh anggota yang sebelumnya mengalami kondisi kesehatan setelah bertugas, enam anggota kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis.
Keenamnya yakni Lion Gandawati, Milanisty Sanoradja, Nikita Sineri, Aprilia Baworo, Injili Polii, dan Celine Avengelica Sasiang.
Sementara Laurens Bolang masih menjalani perawatan di RS Walanda Maramis. Namun, perkembangan terakhir menyebutkan kondisinya juga mulai membaik.
Sebelumnya, satu anggota Paskibra lainnya sempat mendapatkan penanganan di sebuah klinik dan telah dinyatakan membaik serta kembali ke rumah.
Dengan kondisi yang berangsur membaik, perhatian kini beralih pada proses pemulihan seluruh anggota Paskibra setelah mereka menuntaskan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Likupang Timur.